Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Ratusan Kartrid Vape Narkotika di Jakarta
By Admin

Dok. Polres Metro Jakpus
nusakini.com, Kepolisian Resor Kota (Polrestro) Jakarta Pusat dilaporkan membongkar dugaan peredaran narkotika jenis baru melalui media rokok elektrik. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 858 kartrid vape yang diduga kuat mengandung senyawa etomidate.
Selain temuan kartrid, polisi juga menyita benda berupa serbuk kristal putih seberat 5,21 gram yang diduga merupakan sabu-sabu. Dua orang pria berinisial CK (19) dan BEF (25) turut ditahan pihak berwajib sebagai tersangka dalam kasus ini.
Operasi ini berawal dari penangkapan seorang laki-laki di kawasan Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. Di lokasi pertama tersebut, aparat kepolisian mendapati 45 kartrid rokok elektrik merek Yakuza yang menjadi petunjuk awal.
Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah pada sebuah kamar apartemen yang juga berlokasi di wilayah Jakarta Barat. Dari tempat kejadian perkara kedua inilah polisi berhasil menemukan ratusan barang bukti tambahan yang langsung diamankan.
Total sitaan petugas meliputi 548 kartrid merek Yakuza, 220 kartrid Batman, serta 90 kartrid dengan label Mafia. Tiga buah perangkat telepon seluler milik para tersangka juga disita untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, pada Selasa (20/10/2026), menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran barang terlarang. Langkah ini diklaim sebagai bentuk perlindungan institusi kepolisian terhadap warga, terutama kalangan generasi muda.
“Setiap informasi yang kami peroleh akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum secara profesional,” kata Reynold dalam keterangannya. Proses hukum akan terus berjalan untuk menelusuri jaringan pemasok yang lebih besar di balik kasus ini.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro, menyatakan penyidik masih memintai keterangan dari saksi dan tersangka. Bukti fisik yang disita rencananya akan segera dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri guna memvalidasi kandungan kimia di dalamnya. (*)